http://bandungpedal.blogspot.co.id/

http://bandungpedal.blogspot.co.id/

Minggu, 22 April 2018

Gowes ke Bukit Teletubbies (Sekeping Surga di Bandung Timur)


Gowes ke Bukit Teletubbies (Sekeping Surga di Bandung Timur)

Kukurusukan Squad

Kalo selama ini melihat bukit teletubbies hanya di TV, jika anda datang ke cicalengka, maka anda akan menemukan bukit teletubbies yang sesungguhnya. Lebih indah dari gambaran teletubbies yang ada di acara televisi anak-anak. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya perbukitan hijau dan gunung manglayang yang menjadi background apabila kita melihat ke arah matahari terbenam. Ibaratnya seperti sekeping surga yang dihamparkan di bumi bagian cicalengka hehe… walaupun sekeping surge jangan harap ada bidadari disini, yang ada hanya si Emak dengan kelakuan unik xixixixi…yang menjadi unik jika anda duduk atau jajan di warungnya, pasti anda dipalak tiket masuk, padahalkan masuk ke sini gratis.

Ini adalah perjalanan ke-3 saya gowes ke tempat ini, walaupun sudah 3xtapi tetap memilki ceritanya masing-masing. Pertama kali kesini pas H+3 libur lebaran, penasaran ke tempat ini langsung gowes sendiri dari rumah pagi-pagi nyampe lokasi jam 1 siang akibat nyasar haha… akibat dari google map yang tidak akurat dalam menyajikan lokasi. Speda ditaruh di warung bawah, naik ke bukit teletubbies jalan kaki akibat  males naikin sepeda ke atas haha… Gowes yang ke-2 yaitu gowes akhir tahun bersama Polybar. Pas gowes dengan polybar, sepeda dinaikin ke atas bukit dengan di gowes + dorong hehe… tapi tidak sampe ke puncak bukit teletubbies, hanya sampe warung si Emak, kemudian di gowes mengelilingi bukit. Dan yang ke-3 bersama kukurusukan yang akan saya ceritakan selanjutnya.
Pertama kali ke Teletubbies Juni 2017

Ke-2 kali bersama Polybar (Gobar Akhir Tahun)

Sabtu pagi jam 6, tetot..tetot.. bunyi whatsup terdengar bersahutan. Grup Whatsup ramai, informasi tikum dan cek lokasi, serta siapa aja yang ikut dan batal di grup, saya hanya mantau aja haha. Langit terlihat mendung, semalam bandung memang diguyur hujan deras. Flashback 2 minggu ke belakang menjadi salah satu minggu ter hectic dan terpadat, ibaratnya tenaga dan ikiran sudah overload. Maka, walaupun tugas kantor masih menumpuk, saya memutuskan tidak akan memikirkannya sabtu – minggu ini saya tidak mau diganggu engan pikiran kerjaan, biar nanti senin aja toh masih ada banyak waktu. Waktu libur ya buat libur, bukankah hidup itu harus balance??  Jam 7 saya putuskan gowes dan berangkat menyusul rombongan dari kukurusukan yang sudah start jam setengah 7 dari ujung berung. Rumah ke ujung berung kurang lebih 40 menit, jadi saya tertinggal kurang lebih 1 jam 10 menit. Sepedapun dipacu cukup kencang, istirahat sejenak di cileunyi itupun buat beli jas hujan plastik karna jas hujan plastik saya gak tau hilang entah kemana. 

Spot keren.. istirahat sebentar, ambil foto.. (kondisi mendung)

Sampai cicalengka saya istirahat sebentar untuk memonitor di grup posisi sudah sampai mana. Selisih saya dan rombongan kurang lebih 40 menit, artinya waktu tempuh bisa di reduce. Saya kayuh kembali sepeda saya, sampai akhirnya saya sampai di tempat mereka tapi istirahat. Spot disini salah satu spot terbaik sepanjang perjalanan, hamparan sawah dengan background gunung manglayang yang terlihat sangat gagah. Selain istirahat saya juga sempatkan untuk foto-foto mengabadikan perjalanan saya. Tempat sebagus dan seindah ini saying kalo tidak diabadikan. Terus terang, dirumah saya tidak sempat sarapan, jadi pas tadi di rancaekek sebetulnya sudah keroncongan, tapi saya tahan untuk mengerjar selisih ketertinggalan saya.  Selama perjalanan cuaca mendung, tapi bismillah… Go Ahead, karna buat goweser huhujanan adalah hal yang biasa haha3x. 

Berpasasan dengan goweser lain di perjalanan

Dari tempat tadi istirahat, sepeda langsung dikayuh kembali, saya estimasikan mereka sudah sampai kawasan curug cinulang istirahat disana buat sarapan, ngopi dan ngudud Haha3x… dan pasti lama kalo sudah ngopi dan ngudud, komo bari main catur hihi2x. dari tempat saya istirahat ke curug cinulang kurang lebih memakan waktu setengah jam dengan caatan sepeda di kayuh terus tanpa istirahat. Bisa dibilang jalur ke arah curug cinulang ini tanjakannya relative sopan, tidak ada tanjakan yang benar-benar bisa menguras tenaga seperti bengkok 0, tanjakan putus asa atau tanjakan Mahdi yang terkenal di bandung. Jarak dari raya Cicalengka ke curug cinulang kurang lebih 5 Km, kayuhan demi kayuhan sepeda saya nikmati, sambil diiringi dengan lagu “fantasy”, “always be my baby”, “shake it off”, and another MC song 😎😎
 
Terus terang, tenaga cukup terkuras dengan speed lebih cepat dari biasanya normal gowes. Papan arah curug cinulang sudah terlihat, namun saya lihat warung-warung kosong tidak ada yang berjualan. Saya pikir mereka akan istirahat disini. Pedal sepeda saya kayuh terus sampai pintu masuk curug cinulang and here they are.. Mereka masih ada di warung setelah curug cinulang. Alhamdulillah sesuai dengan prediksi, bahwa saya akan bertemu rombongan daerah curug cinulang. Pas nyampe sini waktu menunjukan pukul 9:30 WIB. Artinya dari rumah ke curug cinulang saya menempuh waktu 2,5 jam. Haha3x beda pisan dengan waktu pertama kali gowes kesini yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 5 jam.  Mungkin pengaruh dari lulus even DBL kemarin xixixi… 

Komandan dan yang lainnya kaget saya nyusul kesini, mereka pikir saya gak jadi datang soalnya pas tadi di grup saya bilang “waduh posisinya udah jauh”. Akhirnya meraka yang tadi siap-siap mau lanjut berangkat tertunda beberapa menit lagi nunggu saya istirahat dulu. Posisi saya yang baru datang jadi alas an buat Mang udep (Komlod) dan pak guru (komdor) buat ngisep sebatang lagi haha3x. Saya manfaatkan warung buat istirahat sejenak dan mengisi perut yang dari tadi cacing-cacing di perut sudah pada demo minta diisi. Pisang 3, lemon tea, leupeut dan gorengan di hajar dulu buat ngisi perut.  Selesai istirahat kurang lebih 5 menit kahirnya perjalanan di lanjut. 

Tanjakan pertama menuju bukit - Dorong terus... xixixi

Dari curug cinulang ke pintu masuk bukit teletubbies kurang lebih sekitar 500 meter atau setengah kilo.  Lokasi bukit teletubbies di sebelah kanan, kalo yang belum tau atau belum pernah kesini dari curug cinulang lebih jalan dulu ke atas kemudian Tanya penduduk sekitar atau kalo nggak rajin tengok jkanan, karena plang nya kecil dan kurang terlihat. Pertama kali saya kesini bablas karena google map tidak menyediakan akses langsung masuk ke lokasi. Kalo dari google map harus muter lewat jalan belakang yang kondisinya sangat jauh. Nyampe pintu masuk… eng ing eng wkwkwkwk tanjakan – tanjakan curam mulai menanti. Beberapa anggota kukurusukan sudah duluan naik, ada yang didorong da nada yang digowes. Dan saya pribadi memilih untuk digowes, karena sebelumnya memang pernah menaklukan tanjakan ini waktu gobar dengan polybar. Di tanjakan pertama ini badan harus condong kedepan, dan sekuat tenaga pedal di kayuh karena kecuramannya bisa membuat ban depan ngangkat. Momen ini saya abadikan dengan mendokumentasikan Kukurusukers yang lagi dorong sepeda haha3x. 

Tanjakan ke-4 Masih lanjut dorong 😝😂😂

Om diano lulus ternyata

Setelah tanjakan pertama, masuk ke tanjakan ke-2, tingkat kecuraman hampir sama dengan tanjakan pertama tapi lebih panjang sedikit. Saya tidak memperhatikan siapa aja yang lulus di tanjakan ini, tapi sepertinya komandan Jae lulus di tanjakan ini, walaupun mayoritas kukurusukers sudah didorong. Saya sendiri di tanjakan kedua ini digowes, Alhamdulillah masih bisa lulus walaupun  dengan terpogoh-pogoh haha3x. selesai dari tanjakan ke-dua ada rumah warga sekaligus warung, pas saya kesini warungnya dalam kondisi tutup. Biasanya pas nyampe disini suka ditagih retribusi 5000, tapi Alhadulillah karena di rombongan kami ada yang kenal orang lokal jadi gratis. Karena memang masuk ke sini seharusnya gratis. Di dekat pintu masuk tanjakan kedua ini saya istirahat, selonjoran cukup lama kurang lebih 5 menit. Kukurukers sudah pada naik ke tanjakan ke tiga, tinggal saya dan komandan. Seperti biasa usilnya jeprat-jepret candid haha.. komandan dan saya akhirnya naik ketanjakan ke tiga, tanjakannya landau tapi tai kontur tanahnya tidak ratasetengah tanjakan masih bisa digowes selanjutnya dorong karena sudah kelelahan haha… masih belum bisa lulus full gowes ke bukit teletubbies xixixix.. teu nanaon lah yang penting enjoy kebersamaan, susah senang tanjakan berbagi bersama haha… sama-sama di dorong. Jangan harap liat komandan di gowes disini, beliau pun sudah full dorong sampai tanjakan ke-4. 

penampakan warung si Emak
 
Mr. Reza Reir
 
Hamparan permadani hijau sejauh mata memandang

Setelah tanjakan ke-4 hamparan bukit terlihat indah, begitu pun warung si Emak. Beberapa kukurusukers menyerbu warung si Emak buat ngopi dan ngudud. Komandan, saya dan beberapa orang kukurusukers yang pernah kesini males untuk duduk di warung, karena udah tau karakternya. Kukurusukers yang duduk di warung di tagih uang masuk 2K per orang, kalo gak salah dibayarin sama komlod (mang udep). Sejatinya tempat ini memang gratis. Di tempat ini kami bertemu dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari UNPAD yang sedang hiking. Sempet kami berkenalan, ngobrol bahkan foto bersama. Kalo diibaratkan kami seperti menemukan bidadari yang berada di hamparan surga. Tempat ini memang seperti sekeping surga yang dihamparkan dibumi. Karena sejauh mata memandang ysng terlihat hamparan bukit hijau yang berundak-undak. Foto selfie, wefie sampai boomerang sudah jadi hal yang wajib dilakukan. Termasuk saya sendiri yang coba untuk mengabadikan sudut-sudut indah dari bukit teletubbies ini. Dari warung si Emak masih ada satu puncak lagi bukit yang merupakan puncak tertinggi dari kawasan bukit teletubbies ini. Di atas sana, gunung manglayang terlihat gagah berdiri tegak. Puncak ini disebut juga camping ground bukit teletubbies. 

Instruksi dari komandan dorong!!! Pasukan ngikut xixixixi

Sampai di puncak teletubbies hujan sempat mengguyur tapi sebentar, mungkin sekitar 10 menit kemudian reda. Dari puncak camping ground kami turun menyusuri single trek, kemudian naik lagi ke satu bukit dan turun lagi. Sayang pas disini kami tidak mengabadikan Kukurukers yang berjejer menyusuri lereng bukit. Karena sebagian udah pada berangkat duluan. Trek menyusui lereng bukit teletubbies dominan tanah campur batuan dengan kondisi beberapa lokasi berlumpur. Alhasil semua sepeda belepotan dengan donat tanah.beberapa orang kukurusukers sempat di sereureuleu dan ti soledat saking licinnya jalan tanah berlumbur. Setelah menyusuri bukit teletubbies kita akan menemukan 2 perismpangan, yaitu lurus maka akan tembus di jalan arah kareumbi dan turun ke bawah akan tembus di nagreg. Karena kondisi cuaca yang mendung kami memutuskan pulang lewat jalan tadi berangkat yaitu via curug cinulang. Perjalanan kami berakhir di sebuah pemukiman warga, dengan warung kiri-kanan dan juga sebuah mushola. Kami memutuskan untuk istirahat disini. Sholat dan makan, sebagian makan baso sebagian makan nasi. 

 
Turun dari puncak.. Naik lagi ke puncak..

Trek tanah campur lumpur... Licin Bro!!!

Selesai Ishoma dan samai hujan reda kami memutuskan untuk pulang. Kami berangkat pulang dari teletubbies kurang lebih sekitar jam 2-an, menyusuri sesak dan macet nya jalan cicalengka - ranaekek - cileunyi. Buat saya jalanan macet itu lebih berat dari tanjakan haha.. kami berpencar di cileunyi dan ujung berung. Dari ujung berung ini saya sendiri harus mengayuh pedal untuk sampai rumah kurang lebih 40menit. Karena mayoritas anggota kukurukan rumahnya di daerah ujung berung. Kang cecep dan pak ayi yang rumahnya di dago di loading di transmart. sampai dirumah jam 4 lebih, beberapa menit kemudian bret hujan badag.. Alhamdulillah sampai rumah tepat waktu dan  Alhamdulillah juga semua kukurusukers pulang dengan selamat. Buat saya walaupun tempat gowes sudah pernah disinggahi, namun momen yang berbeda membuat gowes ke tempat tersebut tetap menyenangkan. Sekian bike Story dari sekeping surga di bandung timur.

Momen - Pengkondisian foto keluarga oleh komandan dan ...
 
Momen - Foto bareng para bidadari hehe..


Mr. Fotogenic : Selalu keren kalo difoto

Momen - Turun dari bukit menuju lereng

Momen - Asyiknya rame-rame

Momen - Terjatuh tikusruk (Kang Iyus)

Momen - Lereng bukit teletubbies

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngaprak Kamojang, Menjejal trek cibentang

Pintu masuk trek Cibentang, berada di kawasan PLTU Kamojang Trek Cibentang sebetulnya sudah lama eksis, dan menjadi trek favorit g...