Gowes ke Bukit Teletubbies (Sekeping Surga di Bandung Timur)
 |
Kukurusukan Squad |
Kalo selama ini melihat bukit
teletubbies hanya di TV, jika anda datang ke cicalengka, maka anda akan
menemukan bukit teletubbies yang sesungguhnya. Lebih indah dari gambaran
teletubbies yang ada di acara televisi anak-anak. Sejauh mata memandang, yang
terlihat hanya perbukitan hijau dan gunung manglayang yang menjadi background
apabila kita melihat ke arah matahari terbenam. Ibaratnya seperti sekeping
surga yang dihamparkan di bumi bagian cicalengka hehe… walaupun sekeping surge
jangan harap ada bidadari disini, yang ada hanya si Emak dengan kelakuan unik
xixixixi…yang menjadi unik jika anda duduk atau jajan di warungnya, pasti anda
dipalak tiket masuk, padahalkan masuk ke sini gratis.
Ini adalah perjalanan ke-3 saya
gowes ke tempat ini, walaupun sudah 3xtapi tetap memilki ceritanya
masing-masing. Pertama kali kesini pas H+3 libur lebaran, penasaran ke tempat
ini langsung gowes sendiri dari rumah pagi-pagi nyampe lokasi jam 1 siang
akibat nyasar haha… akibat dari google map yang tidak akurat dalam menyajikan
lokasi. Speda ditaruh di warung bawah, naik ke bukit teletubbies jalan kaki
akibat males naikin sepeda ke atas haha…
Gowes yang ke-2 yaitu gowes akhir tahun bersama Polybar. Pas gowes dengan
polybar, sepeda dinaikin ke atas bukit dengan di gowes + dorong hehe… tapi
tidak sampe ke puncak bukit teletubbies, hanya sampe warung si Emak, kemudian
di gowes mengelilingi bukit. Dan yang ke-3 bersama kukurusukan yang akan saya
ceritakan selanjutnya.
 |
Pertama kali ke Teletubbies Juni 2017 |
 |
Ke-2 kali bersama Polybar (Gobar Akhir Tahun) |
Sabtu pagi jam 6, tetot..tetot..
bunyi whatsup terdengar bersahutan. Grup Whatsup ramai, informasi tikum dan cek
lokasi, serta siapa aja yang ikut dan batal di grup, saya hanya mantau aja
haha. Langit terlihat mendung, semalam bandung memang diguyur hujan deras.
Flashback 2 minggu ke belakang menjadi salah satu minggu ter hectic dan
terpadat, ibaratnya tenaga dan ikiran sudah overload. Maka, walaupun tugas
kantor masih menumpuk, saya memutuskan tidak akan memikirkannya sabtu – minggu
ini saya tidak mau diganggu engan pikiran kerjaan, biar nanti senin aja toh
masih ada banyak waktu. Waktu libur ya buat libur, bukankah hidup itu harus
balance?? Jam 7 saya putuskan gowes dan
berangkat menyusul rombongan dari kukurusukan yang sudah start jam setengah 7
dari ujung berung. Rumah ke ujung berung kurang lebih 40 menit, jadi saya
tertinggal kurang lebih 1 jam 10 menit. Sepedapun dipacu cukup kencang,
istirahat sejenak di cileunyi itupun buat beli jas hujan plastik karna jas
hujan plastik saya gak tau hilang entah kemana.
 |
Spot keren.. istirahat sebentar, ambil foto.. (kondisi mendung) |
Sampai cicalengka saya
istirahat sebentar untuk memonitor di grup posisi sudah sampai mana. Selisih
saya dan rombongan kurang lebih 40 menit, artinya waktu tempuh bisa di reduce.
Saya kayuh kembali sepeda saya, sampai akhirnya saya sampai di tempat mereka
tapi istirahat. Spot disini salah satu spot terbaik sepanjang perjalanan,
hamparan sawah dengan background gunung manglayang yang terlihat sangat gagah.
Selain istirahat saya juga sempatkan untuk foto-foto mengabadikan perjalanan
saya. Tempat sebagus dan seindah ini saying kalo tidak diabadikan. Terus
terang, dirumah saya tidak sempat sarapan, jadi pas tadi di rancaekek
sebetulnya sudah keroncongan, tapi saya tahan untuk mengerjar selisih
ketertinggalan saya. Selama perjalanan
cuaca mendung, tapi bismillah… Go Ahead, karna buat goweser huhujanan adalah
hal yang biasa haha3x.
 |
Berpasasan dengan goweser lain di perjalanan |
Dari tempat tadi istirahat,
sepeda langsung dikayuh kembali, saya estimasikan mereka sudah sampai kawasan
curug cinulang istirahat disana buat sarapan, ngopi dan ngudud Haha3x… dan
pasti lama kalo sudah ngopi dan ngudud, komo bari main catur hihi2x. dari
tempat saya istirahat ke curug cinulang kurang lebih memakan waktu setengah jam
dengan caatan sepeda di kayuh terus tanpa istirahat. Bisa dibilang jalur ke
arah curug cinulang ini tanjakannya relative sopan, tidak ada tanjakan yang
benar-benar bisa menguras tenaga seperti bengkok 0, tanjakan putus asa atau
tanjakan Mahdi yang terkenal di bandung. Jarak dari raya Cicalengka ke curug
cinulang kurang lebih 5 Km, kayuhan demi kayuhan sepeda saya nikmati, sambil
diiringi dengan lagu “fantasy”, “always be my baby”, “shake it off”, and another MC song 😎😎
Terus terang, tenaga cukup
terkuras dengan speed lebih cepat dari biasanya normal gowes. Papan arah curug
cinulang sudah terlihat, namun saya lihat warung-warung kosong tidak ada yang
berjualan. Saya pikir mereka akan istirahat disini. Pedal sepeda saya kayuh
terus sampai pintu masuk curug cinulang and here they are.. Mereka masih ada di
warung setelah curug cinulang. Alhamdulillah sesuai dengan prediksi, bahwa saya
akan bertemu rombongan daerah curug cinulang. Pas nyampe sini waktu menunjukan
pukul 9:30 WIB. Artinya dari rumah ke curug cinulang saya menempuh waktu 2,5
jam. Haha3x beda pisan dengan waktu pertama kali gowes kesini yang ditempuh
dengan waktu kurang lebih 5 jam. Mungkin
pengaruh dari lulus even DBL kemarin xixixi…
Komandan dan yang lainnya kaget
saya nyusul kesini, mereka pikir saya gak jadi datang soalnya pas tadi di grup
saya bilang “waduh posisinya udah jauh”. Akhirnya meraka yang tadi siap-siap
mau lanjut berangkat tertunda beberapa menit lagi nunggu saya istirahat dulu.
Posisi saya yang baru datang jadi alas an buat Mang udep (Komlod) dan pak guru
(komdor) buat ngisep sebatang lagi haha3x. Saya manfaatkan warung buat
istirahat sejenak dan mengisi perut yang dari tadi cacing-cacing di perut sudah
pada demo minta diisi. Pisang 3, lemon tea, leupeut dan gorengan di hajar dulu
buat ngisi perut. Selesai istirahat
kurang lebih 5 menit kahirnya perjalanan di lanjut.
 |
Tanjakan pertama menuju bukit - Dorong terus... xixixi |
Dari curug cinulang ke pintu
masuk bukit teletubbies kurang lebih sekitar 500 meter atau setengah kilo. Lokasi bukit teletubbies di sebelah kanan,
kalo yang belum tau atau belum pernah kesini dari curug cinulang lebih jalan
dulu ke atas kemudian Tanya penduduk sekitar atau kalo nggak rajin tengok jkanan,
karena plang nya kecil dan kurang terlihat. Pertama kali saya kesini bablas
karena google map tidak menyediakan akses langsung masuk ke lokasi. Kalo dari
google map harus muter lewat jalan belakang yang kondisinya sangat jauh. Nyampe
pintu masuk… eng ing eng wkwkwkwk tanjakan – tanjakan curam mulai menanti. Beberapa
anggota kukurusukan sudah duluan naik, ada yang didorong da nada yang digowes.
Dan saya pribadi memilih untuk digowes, karena sebelumnya memang pernah
menaklukan tanjakan ini waktu gobar dengan polybar. Di tanjakan pertama ini
badan harus condong kedepan, dan sekuat tenaga pedal di kayuh karena
kecuramannya bisa membuat ban depan ngangkat. Momen ini saya abadikan dengan
mendokumentasikan Kukurusukers yang lagi dorong sepeda haha3x.
 |
Tanjakan ke-4 Masih lanjut dorong 😝😂😂 |
 |
Om diano lulus ternyata |
Setelah tanjakan pertama, masuk
ke tanjakan ke-2, tingkat kecuraman hampir sama dengan tanjakan pertama tapi
lebih panjang sedikit. Saya tidak memperhatikan siapa aja yang lulus di
tanjakan ini, tapi sepertinya komandan Jae lulus di tanjakan ini, walaupun
mayoritas kukurusukers sudah didorong. Saya sendiri di tanjakan kedua ini
digowes, Alhamdulillah masih bisa lulus walaupun dengan terpogoh-pogoh haha3x. selesai dari
tanjakan ke-dua ada rumah warga sekaligus warung, pas saya kesini warungnya
dalam kondisi tutup. Biasanya pas nyampe disini suka ditagih retribusi 5000,
tapi Alhadulillah karena di rombongan kami ada yang kenal orang lokal jadi
gratis. Karena memang masuk ke sini seharusnya gratis. Di dekat pintu masuk
tanjakan kedua ini saya istirahat, selonjoran cukup lama kurang lebih 5 menit.
Kukurukers sudah pada naik ke tanjakan ke tiga, tinggal saya dan komandan.
Seperti biasa usilnya jeprat-jepret candid haha.. komandan dan saya akhirnya
naik ketanjakan ke tiga, tanjakannya landau tapi tai kontur tanahnya tidak
ratasetengah tanjakan masih bisa digowes selanjutnya dorong karena sudah
kelelahan haha… masih belum bisa lulus full gowes ke bukit teletubbies
xixixix.. teu nanaon lah yang penting enjoy kebersamaan, susah senang tanjakan
berbagi bersama haha… sama-sama di dorong. Jangan harap liat komandan di gowes
disini, beliau pun sudah full dorong sampai tanjakan ke-4.
 |
penampakan warung si Emak |
 |
Mr. Reza Reir |
 |
Hamparan permadani hijau sejauh mata memandang |
Setelah tanjakan ke-4 hamparan
bukit terlihat indah, begitu pun warung si Emak. Beberapa kukurusukers menyerbu
warung si Emak buat ngopi dan ngudud. Komandan, saya dan beberapa orang
kukurusukers yang pernah kesini males untuk duduk di warung, karena udah tau
karakternya. Kukurusukers yang duduk di warung di tagih uang masuk 2K per
orang, kalo gak salah dibayarin sama komlod (mang udep). Sejatinya tempat ini
memang gratis. Di tempat ini kami bertemu dengan beberapa mahasiswa dan
mahasiswi dari UNPAD yang sedang hiking. Sempet kami berkenalan, ngobrol bahkan
foto bersama. Kalo diibaratkan kami seperti menemukan bidadari yang berada di
hamparan surga. Tempat ini memang seperti sekeping surga yang dihamparkan
dibumi. Karena sejauh mata memandang ysng terlihat hamparan bukit hijau yang
berundak-undak. Foto selfie, wefie sampai boomerang sudah jadi hal yang wajib
dilakukan. Termasuk saya sendiri yang coba untuk mengabadikan sudut-sudut indah
dari bukit teletubbies ini. Dari warung si Emak masih ada satu puncak lagi
bukit yang merupakan puncak tertinggi dari kawasan bukit teletubbies ini. Di
atas sana, gunung manglayang terlihat gagah berdiri tegak. Puncak ini disebut
juga camping ground bukit teletubbies.
 |
Instruksi dari komandan dorong!!! Pasukan ngikut xixixixi |
Sampai di puncak teletubbies
hujan sempat mengguyur tapi sebentar, mungkin sekitar 10 menit kemudian reda.
Dari puncak camping ground kami turun menyusuri single trek, kemudian naik lagi
ke satu bukit dan turun lagi. Sayang pas disini kami tidak mengabadikan
Kukurukers yang berjejer menyusuri lereng bukit. Karena sebagian udah pada
berangkat duluan. Trek menyusui lereng bukit teletubbies dominan tanah campur
batuan dengan kondisi beberapa lokasi berlumpur. Alhasil semua sepeda belepotan
dengan donat tanah.beberapa orang kukurusukers sempat di sereureuleu dan ti
soledat saking licinnya jalan tanah berlumbur. Setelah menyusuri bukit
teletubbies kita akan menemukan 2 perismpangan, yaitu lurus maka akan tembus di
jalan arah kareumbi dan turun ke bawah akan tembus di nagreg. Karena kondisi
cuaca yang mendung kami memutuskan pulang lewat jalan tadi berangkat yaitu via
curug cinulang. Perjalanan kami berakhir di sebuah pemukiman warga, dengan
warung kiri-kanan dan juga sebuah mushola. Kami memutuskan untuk istirahat
disini. Sholat dan makan, sebagian makan baso sebagian makan nasi.
 |
Turun dari puncak.. Naik lagi ke puncak.. |
 |
Trek tanah campur lumpur... Licin Bro!!! |
Selesai Ishoma dan samai hujan
reda kami memutuskan untuk pulang. Kami berangkat pulang dari teletubbies
kurang lebih sekitar jam 2-an, menyusuri sesak dan macet nya jalan cicalengka -
ranaekek - cileunyi. Buat saya jalanan macet itu lebih berat dari tanjakan
haha.. kami berpencar di cileunyi dan ujung berung. Dari ujung berung ini saya
sendiri harus mengayuh pedal untuk sampai rumah kurang lebih 40menit. Karena
mayoritas anggota kukurukan rumahnya di daerah ujung berung. Kang cecep dan pak
ayi yang rumahnya di dago di loading di transmart. sampai dirumah jam 4 lebih,
beberapa menit kemudian bret hujan badag.. Alhamdulillah sampai rumah tepat
waktu dan Alhamdulillah juga semua
kukurusukers pulang dengan selamat. Buat saya walaupun tempat gowes sudah
pernah disinggahi, namun momen yang berbeda membuat gowes ke tempat tersebut
tetap menyenangkan. Sekian bike Story dari sekeping surga di bandung timur.
 |
Momen - Pengkondisian foto keluarga oleh komandan dan ... |
 |
Momen - Foto bareng para bidadari hehe.. |
 |
Mr. Fotogenic : Selalu keren kalo difoto |
 |
Momen - Turun dari bukit menuju lereng |
 |
Momen - Asyiknya rame-rame |
 |
Momen - Terjatuh tikusruk (Kang Iyus) |
 |
Momen - Lereng bukit teletubbies |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar