Sabtu tanggal 17 Maret 2018, team perwakilan dari Polybar mengikuti even DBL, yaitu suatu even tour dengan finish di pantai Pangandaran dengan start dari masing-masing wilayah. Kami perwakilan dari Polybar memutuskan start dari Bandung jam 6 pagi dengan tikum bunderan Cibiru.
Sebetulnya keinginan saya pribadi untuk gowes ke Pangandaran sudah lama, dari akhir tahun 2017 tapi belum kesampaian, sampai akhirnya memaksakan waktu ikut even ini, walaupun sebenarnya ada even Akbar rutin yaitu TDP di akhir bulan Juli, tapi mengingat waktunya masih lama saya memutuskan untuk even ini. Kemudian dibentuklah team DBL perwakilan dari Polybar, hanya beberapa orang dari ratusan anggota Polybar yang ikut mengingat even ini bentrok sama jadwal Gojib Taman Love.
Jam 6:15 team langsung meluncur berangkat walaupun satu orang belum datang Nofran Adi Nugraha tapi sesuai kesepakatan bahwa kita tidak akan menunggu, jadi beliau langsung menyusul di tikum pertama di nagreg. Alhamdulillah team kumpul dan cek poin pertama team lengkap. Kami bertemu dengan beberapa komunitas lainnya seperti Konsep-B dan komunitas sepeda dari Ciwastra. Istirahat 10 menit kemudian meluncur.
Masuk ke Limbangan team mulai berpencar, ada yg istirahat dan sarapan di Limbangan, dan beberapa istirahat untuk sarapan di Malangbong. Konsepnya kita dari awal memang tidak saling menunggu, tapi tetap berkelompok kecil, terutama yang paling belakang tetap harus ada yang mendampingi.
Cek poin kedua kami putuskan di Ciawi di salah satu rumah makan, saya lupa namanya untuk isoma. Kang Aero Ekong dan Donnie Alifin duluan entah istirahat makan siang dimana, menurut info mereka masuk jalur ke kota Tasikmalaya

Dari daerah Ciawi ini perjalanan kami terasa berat, karena hujan deras mengguyur, awet seperti pake formalin. Hujan mengguyur perjalanan kami sampai di kota Banjar. Walaupun hujan, tetep narsis perlu akhirnya jepret-jepret bentar di alun-alun kota Ciamis. Nyampe kota Banjar hampir jam 6 sore, dengan kondisi kabuusan dan perut keroncongan. Alfamart Banjar jadi tempat persinggahan. Ninyuh kopi dan makan pop mie, tak lupa juga roti. Walaupun airnya kurang panas jadi beeuy tetep di hajar da lapar. Dari kota Banjar masih sekitar 80 km. Sudah pasti nyampe Pangandaran malam.
Sehabis magrib kami lanjutkan perjalanan, dengan kondisi ritme gowes di percepat dan stabil. Trek menanjak jalur ke Pangandaran ini bukan hanya milik Nagreg, Malangbong dan gentong, tapi dari Banjar ke Banjarsari juga ada beberapa tanjakan pedes dan tentu saja tanjakan setelah Padaherang arah ke karapyak yang juga pedes bukan main. Karena bagaimanapun kondisi kami sudah sangat terkuras dengan panjangnya perjalanan dan kondisi guyuran hujan.
Kami finish jam 10:30 malam, bukannya tanpa kendala. Apri Doy dan Donnie mengalami ban bocor, pak endang Rante putus sehingga harus di evakuasi oleh team DBL. Kang Yoko hub bermasalah sehingga tidak bisa di gowes. Tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi. Kami haturkan terima kasih buat panitia team DBL yang siaga dan sigap terhadap para peserta.
Team Polybar menjadi team terakhir yang finish di even ini

206km lebih dengan durasi 16,5 jam tentunya diluar ekspektasi saya. Ternyata jauh lebih lama dan berat di banding prediksi saya dan testimoni yang sudah pernah kesana. Mungkin karena mereka sudah master jadi Bandung - Pangandaran hanya 12 jam, beda dengan saya dan team yang kebanyakan masih pemula atau pengalaman gowes nya kurang dari 3 tahun. Seperti yang banyak orang bilang bahwa gowes Bandung - Pangandaran itu ibarat naik hajinya goweser bandung. Alhamdulillah kami sudah menunaikan rukun gowes tersebut

Terima kasih



#senangsehatsahabat
#dulurbedalembur
#dbl2018
Mantap #sebarkanvirusbersepeda
BalasHapusSiap mang, mudah2an bandung seperti amsterdam jadi kota sepeda
Hapus